Pemilukada Deiyai Cacat Hukum


JAKARTA – Persidangan terkait Sengketa Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Deiyai tahun 2012 masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK). Pada persidangan kali ketiga untuk perkara 29/PHPU.D-X/2012, 30/PHPU.D-X/2012, 31/PHPU.D-X/2012, 32/PHPU.D-X/2012, dan 33/PHPU.D-X/2012, mengagendakan mendengarkan keterangan ahli dan saksi.
Ahli yang dihadirkan oleh pasangan Yohanis Pigome-Yohanis Jhon Dogopia dalam persidangan di MK, Kamis (10/5/2012) siang, Agus Surono menyatakan, pesta demokrasi perdana di Kabupaten Deiyai itu cacat hukum. Karena menurut dia, dalam penyelenggaraannya melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh sebab itu, dapat dilakukan pemilukada ulang sesuai perintah putusan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi Yang Mulia, agar tidak mencederai prinsip-prinsip nomokrasi (kedaulatan hukum) dan prinsip-prinsip demokrasi kedaulatan rakyat serta hak konstitusional warga negara untuk dipilih yang telah dijamin tegas dalam UUD 1945.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus Surono di hadapan Panel Hakim Konstitusi, M. Akil Mochtar (Ketua Panel), Muhammad Alim dan Hamdan Zoelva.
Agus Surono menyatakan, Surat Keputusan (SK) KPU Deiyai Nomor 02 Tahun 2012 tertanggal 5 Maret 2012 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Deiyai, tidak mendasarkan pada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura, sehingga tidak memunyai kekuatan hukum. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Deiyai selaku pejabat tata usaha negara adalah pelaksana undang-undang termasuk juga melaksanakan seluruh amar putusan. “Seharusnya ia melaksanakan keputusan itu secara konsisten,” ujarnya.
Tindakan KPU Deiyai menerbitkan SK Nomor 02 Tahun 2012, kata Agus, merupakan tindakan di luar kewenangan (ultra vires). Sehingga apapun bentuk hukum atas tindakan tersebut sama sekali tidak memiliki legal banding. “Oleh karenanya, batal demi hukum,” kata Agus Surono.
Panel Hakim Konstitusi selanjutnya mendengar keterangan saksi. Saksi yang dihadirkan pasangan Amos Edoway-Daud Pekei bernama Reinhard Samah dalam keterangannya menyatakan bahwa Partai Pemuda Indonesia (PPI) memberikan dukungan kepada Amos-Daud. “Dukungan PPI adalah kepada pemohon,” kata Reinhard Samah.
Kemudian, saksi pasangan Januarius L. Dou-Linus Doo bernama Yohan Edoway, seorang saksi perhitungan di tingkat Distrik Kapiraya, menyatakan, istri Ketua KPU Deiyai datang ke Kapiraya membawa logistik dengan helikopter sehari sebelum pemungutan suara. Dia meminta masyarakat memberikan 2.000 suara untuk pasangan nomor 6. Namun masyarakat memberikan separuhnya. “Dia minta 2.000, tapi masyarakat di sana kasih mereka 1.000 lebih,” sebut Yohan.
Untuk diketahui, perselisihan hasil Pemilukada Kabupaten Deiyai ini diajukan sejumlah pasangan calon dan bakal calon bupati/wakil bupati Deiyai periode 2012-2017. Masing-masing pasangan bakal calon Amos Edoway-Daud Pekei (perkara 29/PHPU.D-X/2012), pasangan calon Januarius L. Dou-Linus Doo (perkara 30/PHPU.D-X/2012), pasangan calon Klemen Ukago-Manfred Mote (perkara 31/PHPU.D-X/2012), pasangan bakal calon Yohanis Pigome-Yohanis Jhon Dogopia (perkara 32/PHPU.D-X/2012), pasangan bakal calon Marthen Ukago-Amison Mote, Menase Kotouki-Athen Pigai, dan Yan Giyai-Yakonias Adii (perkara 33/PHPU.D-X/2012).
Ditutup pukul 15.58 WIB, sidang akhirnya ditunda hari Selasa (15/5) pukul 14.00 WIB dengan agenda mendengar keterangan para saksi dari pemohon, termohon serta pihak terkait I dan II. (ist/you)

Related product you might see:

Share this product :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Free Templates | Mas Template
Copyright © 2012. Solidaritas Anak Bangsa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger