MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI TANAH PAPUA



MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN
MUTU PENDIDIKAN YANG HARUS DI LAKUKAN DI PROPINSI PAPUA DAN BERBAGAI KABUPATEN YANG  ADA DI TANAH PAPUA

S
aya seorang mahasiswa UNIVERSITASNEGERI MANADO FAKULTAS Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan  pada saat ini penelitian saya di tanah papua  bagian pendidikan belum berkembangan jadi harus mulai sekarang ini harus jalan maksimal sebaik mungking karena sekarang jaman ketinggal  bangsa papua adalah pendidikan dan kesehatan dalam hal ini cara nya gimana supaya membangun  bangsa dan negara di tanah papua melalu pendidikan karena dana pendidikan itu besar jadi harus jalan dengan baik untuk meningkatakan kualitas yang terbaik bagi tanah papua mari saat ini kita mengabil daerah atau negara lain yang berkembagan  dalam dunia pendidilkan .saya atas nama natanil uti yang sedang kuliah di manado UNIMA –FIP .JURUSAN PENDIDIKAN menyatakan kepada gubernur propinsi papua dan kepalah dinas pendidikan dan pengajaran serta kepalah sekolah  harus yang dan tidak membuka setiap kabupaten  seperti
1.      Perpustakan Daerah
2.    Laboratorium Ipa Dan Ips
3.    Lep Komputer
4.    Lep Bahasa Inggris
5.    Dll
Karena pada saat ini dana operasional tinggi sekali di propinsi papua jadi harus membuka 4 pohin yang kami ada tulis diatas ini karena pendidikan akan berkembagan seperti ini .kalua kita buat seperti diatas yang kami buat pendidikan akan maju mulaidari kampung sampai dengan kota itu berarti kami akan  berkembangan untuk dunia pendidikan di tanah papua ..
Satu hal juga yang kami akan sampaikan bahwa membuat olimpiade antar sekolah ,penilitian saya tentang olimpiade ini yang sudah di lalukan Cuma hanya di kota baru anak –anak peserta didik yang ada disetiap  kampung itu kemanakan mulai dari kampung kekota itu akan berkembangan untuk pengurus generasi dunia pendidikan .
Dewasa ini upaya peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan oleh berbagai
pihak dan pendekatan. Upaya-upaya tersebut dilandasi suatu kesadaran betapa pentingnya peranan pendidikan dalam pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan watak bangsa (Nation Character Building) untuk kemajuan masyarakat dan bangsa.
Harkat dan martabat suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Dalam konteks bangsa Indonesia, peningkatan mutu pendidikan merupakan sasaran pembangunan di bidang pendidikan nasional dan merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia secara menyeluruh (E. Mulyasa, 2005:31). Seiring dengan era otonomi dan proses demokrasi serta asa desentralisasi, pengembangan kualitas menuntut partisipasi dan pemberdayaan seluruh komponen pendidikan dan penerapan konsep pendidikan sebagai suatu sistem. Peningkatan mutu pendidikan dalam kerangka otonomi daerah merubah arah dan paradigma penyelenggaraan yang dulunya dengan pola sentralisasi ke arah pendidikan yang desentralisasi (H.A.R. Tilaar, 2004:31). Model penyelenggaraan pendidikian untuk mencapai mutu pendidikan yang sesuai dengan paradigma desentralisasi dewasa ini dalah konsep School Based Management - Manajemen Berbasis Sekolah (MBS
 SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN
1  Pengertian Kualitas Pendidikan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mutu adalah baik buruk suatu benda;
kadar; taraf atau derajat misalnya kepandaian, kecerdasan dan sebagainya (Depdiknas, 2001:768). Secara umum kualitas atau mutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau tersirat (Depdiknas, 2002:7). Dalam pengertian mutu mengandung makna derajat (tingkat keunggulan suatu produk (hasil kerja/upaya) baik berupa barang maupun jasa, baik yang tangible atau intangible. Mutu yang tangible artinya dapat diamati dan dilihat dalam bentuk kualitas suatu benda atau dalam bentuk kegiatan dan perilaku Mutu pendidikan dapat dilihat dalam dua hal, yakni mengacu pada proses
pendidikan dan hasil pendidikan. Proses pendidikan yang bermutu apabila seluruh komponen pendidikan terlibat dalam proses pendidikan itu sendiri. Faktor-faktor dalam proses pendidikan adalah berbagai input, seperti bahan ajar, metodologi, sarana sekolah dukungan administrasi dan sarana prasarana dan sumber daya lainnya serta penciptaan suasana yang kondusif. Sedangkan mutu pendidikan dalam konteks hasil pendidikan mengacu pada prestasi yang dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu tertentu.
Prestasi yang dicapai atau hasil pendidikan (student achievement) dapat berupa hasil tes kemampuan akademis (misalnya ulangan umum, Ebta dan Ebtanas). Dapat pula di bidang lain seperti prestasi di suatu cabang olah-raga, seni atau keterampilan tambahan tertentu misalnya computer, beragam jenis teknik, jasa dan sebagainya. Bahkan prestasi sekolah dapat berupa kondisi yang tidak dapat dipegang (intangible) seperti suasana, disiplin, keakraban, saling menghormati, kebersihan, dan sebagainya (Suryosubroto, 2004: 210-211). UU RI No. 20 Tahun 2003, tentang SISDIKNAS melihat pendidikan dari segi proses dengan dengan merumuskan pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.” (Fokusmedia, 2003:3).
1.2. Kualitas Pendidikan yang Direncanakan
Untuk mencapai pendidikan yang berkualitas tentunya dibutuhkan perencanaan
program pendidikan yang baik. Dalam perencanaan pendidikan untuk mencapai
pendidikan yang berkualitas perlu memperhatikan kondisi-kondisi yang mempengaruhi, strategi-strategi yang tepat, langkah-langkah perencanaan dan memiliki kriteria penilaian
(Nurkolis, 2003:74-78).
Suksesnya perencanaan pendidikan diperlukan beberapa kondisi, yakni:
1. adanya komitmen politik,
2. perencana pendidikan harus tahu betul apa yang menjadi hak, tugas
   dan tanggung-jawabnya,
3.  harus ada perbedaan yang tegas, antara area politis, teknis, dan administratif,
4.  perhatian lebih besar diberikan pada penyebaran kekuasaan untuk  membuat
     keputusa politis,
5.  perhatian lebih besar diberikan pada pengembangan
   kebijakan dan prioritas pendidikan yang terarah,
6.  tugas utama perencana pendidikan
 adalah pengembangan secara terarah dan memberikan alternative teknis sebagai sarana
  untuk mencapai tujuan politik pendidikan,
7. harus mengurangi politisasi pengetahuan,
8. harus berusaha lebih besar untuk mengetahui opini publik terhadap
    perkembangan masa depan   dan arah pendidikan,
9. administrator pendidikan harus lebih aktif mendorong perubahan-perubahan
     dalam perencanaan pendidikan,
10.  ketika pemerintah tidak menguasai lagi semua aspek pendidikan maka harus
      lebih diupayakan kerja-sama yang saling menguntungkan antara pemerintah-
      swasta-universitas yang memegang otoritas pendidikan

Beberapa simpulan yang dapat dikemukakan dari pembahasan makalah ini adalah

1.     Konsep kualitas pendidikan dapat dilihat dari beberapa sudut pandang :

a. Mutu pendidikan dapat dilihat dari segi proses dan hasil pendidikan. Proses
pendidikan yang bermutu apabila seluruh komponen pendidikan terlibat dalam
proses pendidikan itu sendiri. Sedangkan mutu pendidikan dari segi hasil
pendidikan mengacu pada tingkat keberhasilan yang dicapai oleh sekolah pada
setiap kurun waktu tertentu dalam berbagai bidang (akademik, keterampilan dan
suasana serta kondisi sekolah).
b. Mutu pendidikan juga dapat ditelaah dalam konsep relatif, terutama berhubungan
    erat dengan kepuasan pelanggan.
1.     Pelanggan internal (kepala sekolah, guru dan staf kependidikan) berkembang baik fisik  
maupun psikis.
2.     Pelanggan eksternal: eksternal primer (para siswa) menjadi subjek yang mandiri, kreatif dan bertanggung-jawab akan hidupnya dan perkembangan masyarakat.  eksternal sekunder (orang tua, para pemimpin pemerintahan dan perusahan) mendapatkan konstribusi dan sumbangan yang positif (outcomes) dari output pendidikan. eksternal tersier (pasar kerja dan masyarakat luas) memperoleh sumbangan dari

(Nataniel Uti, Mahasiswa Papua Jurusan Pendidikan ) 
UNIMA –FIP


Related product you might see:

Share this product :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Free Templates | Mas Template
Copyright © 2012. Solidaritas Anak Bangsa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger