Dua Hal Ini yang Membuat Ragu terhadap Jokowi



Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yang biasa dipanggil Jokowi, berbincang-bincang dengan sejumlah wartawan dan pegiat sepeda di kantor Redaksi Kompas.com, kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2014). Jokowi menuju Kompas.com dengan menggunakan sepeda dari rumah dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak, mengatakan, bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo akan menghadapi tantangan, baik dari eksternal maupun internal partainya, jika terpilih menjadi presiden RI.  

Ia menyebutkan, tantangan eksternal berasal dari berbagai partai politik yang tidak puas dan akan mencari celah untuk menjegal Jokowi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurut Zaki, hal ini berpeluang terjadi karena cara berpolitik para elite politik saat ini tak fair. Zaki meragukan kemampuan Jokowi mengatasi hal tersebut. Ia mengatakan, ada dua hal yang membuatnya ragu terhadap Jokowi, yaitu kepemimpinan dan keterampilan berkomunikasi. 

"Jadi, butuh leadership yang kuat dan keterampilan komunikasi yang baik untuk mencegah gaduh di parlemen. Sayangnya, dua segi ini tidak menonjol dari Pak Jokowi," kata Zaki saat dihubungi, Rabu (19/3/2014).

Selain eksternal, lanjut dia, Jokowi juga akan menghadapi tantangan dari internal PDI-P. Potensi perpecahan dalam elite PDI-P, menurutnya, terlihat saat Gubernur DKI Jakarta itu dicalonkan sebagai presiden dari partai berlambang banteng itu.

"Tidak semua elite dan basis massa PDI-P kompak mendukung pencapresan Jokowi. Protes kelompok pro-Megawati menjadi indikasi awal. Dalam hal ini, keterampilan Jokowi membuat solid PDI-P akan diuji," katanya.

Tak hanya itu, Zaki menambahkan, Jokowi dan PDI-P juga berpotensi diserang oleh parpol-parpol lain. Ia menyebut, berdasarkan data Komisi Pemberantasan Korupsi dan pegiat antikorupsi, PDI-P masih menjadi salah satu parpol dengan politisi terkorup.
"Jadi, butuh terobosan untuk membersihkan para politisi PDI-P dari aroma korupsi. Tapi, apakah Bu Mega dan Jokowi mampu?" katanya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Penulis
: Rahmat Fiansyah
Editor
: Inggried Dwi Wedhaswary

Related product you might see:

Share this product :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Free Templates | Mas Template
Copyright © 2012. Solidaritas Anak Bangsa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger