Tahun 2015, Ada 7 Prioritas Pembangunan di Intan Jaya



SUGAPA – Di tahun 2015 mendatang, ada 7 prioritas utama pembangunan. Yaitu percepatan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan assesibilitas dan kaulitas derajat pelayanan pendidikan, peningkatan assesibilitas dan kaulitas derajat pelayanan kesehatan, reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik, penguatan ketahanan pangan daerah berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan, penanggulangan kemiskinan serta kebudayaan dan kreativitas.
Hal ini seperti dikemukakan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si, saat pembukaan Musrenbangda Kabupaten Nabire, Kamis (20/3), di aula Maranatha. Bupati mengajak semua pihak untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui program dan kegiatan yang akan dibicarakan dalam Musrenbangda. 
Lanjut bupati, selaku aparatur pemerintah yang sekaligus pelayan masyarakat, keberpihakan kita terhadap masyarakat harus ditunjukkan. Oleh karena itu program dan kegiatan yang akan dituangkan ke dalam RKPD tahun 2015 haruslah berpijak pada visi pembangunan Kabupaten Intan Jaya yaitu “Intan Jaya Pintar, Intan Jaya Sehat dan Intan Jaya Sejahtera” dengan tetap mensinkronkan prioritas pembangunan nasional dan provinsi.
“Semua program dan kegiatan yang akan kita tetapkan memalui Musrenbangda ini haruslah transparan, responsif, efisien, efektif, akuntabel, partisipasif, terukur, berkeadilan, dan berwawasan lingkungan dengan tetap mempertimbangkan kemampuan dan kondisi keuangan daerah,” paparnya.
Lebih jauh dikemukakan Bupati Natalis Tabuni, Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) sebagaimana diamanat UU Nomor 25 tahun 2004 merupakan satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembanguanan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Pembangunan Tahunan yang disebut dengan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) adalah dokumen perencanaan daerah untuk satu tahun anggaran. Proses penyusunan RKPD memerlukan koordinasi antar instansi pemerintah dan partisipasi seluruh pelaku pembangunan mulai dari kampung, distrik dan kabupaten, melalui suatu forum Musrenbangda, dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan.
Musrenbangda, kata bupati, mempunyai arti sangat penting karena dalam kegiatan ini akan menampung, membahas dan menetapkan program/kegiatan yang akan dituangkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yang merupakan dasar penyusunan APBD Kabupaten Intan Jaya tahun anggaran 2015.
Filosofi mendasar dari pembangunan adalah menempatkan manusia pada posisi sentral dari proses pembangunan itu. Pembangunan pada dasarnya adalah upaya yang direncanakan untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dari waktu ke waktu secara berkesinambungan. Dengan demikian pembangunan berbicara tentang aspek kemajuan, mengupayakan pertumbuhan, mambahas aspek diversifikasi, justifikasi serta kearifan lokal.
Dikemukakan, kemajuan suatu daerah dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusianya (IPM). Semakin tinggi IPM berarti daerah itu semakin maju. Artinya, faktor-faktor yang mempengaruhi IPM seperti Angka Harapan Hidup (AHH), Angka Melek Huruf (AMH), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) dan konsumsi perkapita (Daya beli masyarakatnya) semakin meningkat. Dari sini dapat dipastikan bahwa pembangunan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi berjalan dengan biak.
Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik tahun 2011 dari 33 provinsi di Indonesia, Provinsi Papua adalah daerah yang IPMnya terendah yaitu 65,36 cukup kontras dibandingkan rata-rata nasional 72,77. Sedangkan IPM Kabupaten Intan Jaya hanya 48,74 dan merupakan IPM terendah nomor 2 dari 29 kabupaten/kota di Papua. Kondisi ini cukup rendah dibandingkan rata-rata Papua yang 65,36 terlebih jika dibandingkan dengan Kota Jayapura yang mencapai 76,29.
Rendahnya angka IPM Kabupaten Intan Jaya, bukan karena pembangunan tidak berjalan dengan baik. Tetapi karena titik awal pembangunan di Kabupaten Intan Jaya relatif lebih lambat dibandingkan kabupaten lain di Papua. Kita tahu bahwa Kabupaten Intan Jaya baru dimekarkan tahun 2008 sesuai dengan UU nomor 54 tahun 2008.
“Pada tahun 2009, IPM Kabupaten Intan Jaya hanya 48,42 dan tahun 2011 menjadi 48,74 berarti ada kenaikan 0,32. Dalam 5 tahun kepemimpinan kami kenaikan IPM kita dorong terus sehingga tidak terlalu jauh dari rata-rata IPM provinsi,” ujarnya.
Rendahnya IPM Kabupaten Intan Jaya dikarenakan kondisi kesehatan, pendiikan, dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang rendah. Kondisi kesehatan dilihat dari Angka Harapan Hidup (AHH). Masyarakat Intan Jaya hidup sampai umur 66,83 tahun sedangkan rata-rata provinsi 68,85 tahun.
Angka Melek Huruf (AMH) 27,78 artinya bahwa hanya 27,78 persen masyarakat Intan Jaya yang tahu baca tulis sedangkan rata-rata provinsi 75,81 persen. Rata-rata lama sekolah hanya 2,10. Artinya bahwa masyarakat Intan Jaya sekolah hanya sampai kelas 2 SD sedangkan rata-rata provinsi sampai kelas 2 SMP. Rata-rata pengeluaran riil penduduk Kabupaten Intan Jaya hanya Rp. 509,70. Sedangkan rata-rata pengeluaran Provinsi Papua mencapai Rp. 609,18 per tahun.
Tingkat kemiskinan Kabupaten Intan Jaya berdasarkan publikasi BPS tahun 2011 mencapai 41,5 persen jauh lebih besar dibandingkan dengan tingkat kemiskinan Provinsi Papua yang hanya 31,2 persen. Intan Jaya merupakan daerah termiskin keenamd ari 29 kabupaten/kota se Provinsi Papua.
“Untuk melepaskan masyarakat Intan Jaya dari himpitan kebodohan, kemiskinan, keterisolasian dan keterbelakangan bukanlah hal yang mudah terlebih bagi Kabupaten Intan Jaya yang merupakan daerah terisolir yang hanya dapat dijangkau dengan pesawat terbang. Ditambah lagi kondisi topografinya yang sebagian besar bergunung-gunung dan berbukit terjal serta pemukiman penduduk yang terpencar,” tambahnya.
Rendahnya aksebilitas menyebabkan terkendalanya kinerja sektor pengembangan infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya pengembagan ekonomi kerakyatan, serta tingginya tingkat kemiskinan. (ros)
Ebakai Naut.



Related product you might see:

Share this product :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Free Templates | Mas Template
Copyright © 2012. Solidaritas Anak Bangsa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger