Renungan Pagi “Allahku Yang Ajaib”

                                                                  
14  Agustus  2015
“Lidah mereka adalah anak panah yang membunuh, perkataan dari mulutnya adalah tipu, mereka damai dengan temannya, tapi dalam hatinya mereka merancang pengadangan terhadapnya” (Yeremia 9:8)
Ernest William Goopasture adalah ahli patologi muda yang melayani Angkatan Laut Amerika Serikat selama Perang Dunia II, ketika ia menangani seorang prajurit muda yang diduga terkena flu bersama batuk darah dan menderita peradangan pada pembuluh darah kecil di ginjal, yang memengaruhi dia kencing. Kondisinya ternyata lebih daripada sekedar flu, dan sekarang dikenal dengan Sindrom Goodpasture, penyakit di mana sistem kekebalan tubuh overaktif, yang menyerang sel dan jaringan sendiri.
Ilmu kedokteran sekarang ini mengkalsifikasikan hampir 30 penyakit autoimun, termasuk contoh umum seperti diabetes tipe 1, multiple sklerosis, psoriasis, dan rheumatoid arthritis, serta sindrom yang jarang ditemui yaitu Goodpasture dan Wegener granulomatosis. Apa pun masalahnya, makin banyak kita belajar tentang beberapa penyakit, semakin banyak yang diakui sebagai gangguan autoimun.
Penyakit autoimun harus dipertimbangkan sebagai salah satu bentuk penghianatan tingkat tinggi yang terburuk di dunia. Ketika sesuatu yang dirancang untuk melindungi tubuh mengamuk dan mulai menyerang dengan sistem operasi yang sempurna dan baik, apakah yang bisa dilakukan? Ketika kaki  Anda  sakit karena ada batu di sepatu Anda dan dokter atau Anda tidak tahu tentang batu itu, maka solusinya mungkin termasuk perban dan salep dan kaki Anda tetap sakit. Demikian pula, pengobatan baris pertama untuk penyakit autoimun biasanya focus untuk menghilangkan gejala. Ketika pengobatan tersebut tidak memberikan hasil yang bertahan  lama, patolog yang baik seperti pada goodpasture batu dari sepatu. Untuk kasus yang benar-benar parah, obat imunosupresif seperti siklosporin atau tacrolimus (produk lama dari jamur) dapat membantu sedikit untuk sementara, tetapi tidak selektif terhadap penyembuhan. Seluruh sistem kekebalan tubuh akan ditekan, sehingga seluruh tubuh rentan infeksi dan kanker yang biasanya akan dihadapi sistem kekebalan tubuh. Intinya adalah tidak ada “obat” untuk penyakit autoimun. Terapi gen masih menjalani uji klinis. Saat ini yang bisa kita lakukan adalah melalui langkah-langkah pengobatan sementara.
Satu-satunya obat untuk dosa di bumi adalah menghilangkannya secara total. Karena semua orang telah berdosa, satu-satunya keselamatan kita adalah bersembunyi dalam Yesus selama pembasmian.
Tuhan, lindungilah saya dengan darah-Mu yang tertumpah sehingga saya bisa tetap sembuh dan hidup dengan-Mu.
 
by : EV.Naut
sumber ; http://www.renungan.gmahkpasarminggu.org/2015/08/renungan-pagi-14-agustus-2015.html
 

Related product you might see:

Share this product :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Free Templates | Mas Template
Copyright © 2012. Solidaritas Anak Bangsa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger