RENUNGAN PELAYANAN FIRMAN OLEH EV. NATANIEL UTI,S.Th.S.Pd




GEREJA KEMAH INJIL ( KINGMI ) DI TANAH PAPUA
KLASIS MIMIKA
JEMAAT : HARAPAN GLORIA TIMIKA INDAH
Jln . Belibis  No 07  Kode Pos
IBADAH MINGGU RAYA 10 MEI 2015
RENUNGAN
PELAYANAN FIRMAN OLEH
EV. NATANIEL UTI,S.Th.S.Pd

TEKS :   YAKOBUS 4 : 10,  ROMA 8 :28
TEMA :  PEMIMPIN YANG  BERINTEGRITAS  DALAM 
                PELAYANAN
1.      Sebagaimana didefinisikan oleh Stoner, Freeman dan Gilbert (1995), kepemimpinan adalah. Kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan memengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan.
Kata etika  berasal dari bahasa yunani “ ethos “aritnya kebiasaan,adat ,kata ethos lebih berarti kesusilaan ,perasaan batin atau kecendrungan hati dengan mana seseorang melakukan perbuatan.
Dalam  bahasa latin istilah ethos dan ethikos itu disebutkan dengan kata mos dan moralitas .oleh sebab itu kata “ etika”sering dikaitkan dengan kata “ moral”
Dalam bahasa Indonesia kata etika berarti kesusilaan ,berasal dari kata sila ( bahasa sansekerta) aritinya
1.      Norma ( kaidah),peraturan hidup ,peritah.
2.      Keadaan batin terhadap peraturan hidup ( sikap ,siasat batin ,perilaku, sopan santun )  
Pdt. Prof. Dr. Ir. Bambang Yudho, M.Sc., M.A., Ph.D mengatakan bahwa Integritas berasal dari bahasa Latin “integrare” yang artinya “menjadi utuh” dan diadopsi ke dalam bahasa Inggris sebagai “integrity”. Jadi integritas adalah tentang suatu kesatuan yang utuh (a whole). Integritas berarti  kejujuran; mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh Pemimpin dengan integritas adalah seorang yang mempunyai kepribadian utuh dalam kata dan perbuatan. Setiap generasi membutuhkan seseorang yang berpandangan jauh ke depan dan memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi pemimpin. (Amsal 29:18). Orang yang gagal mencari kehendak Allah akan gagal juga dalam memimpin umatNya pada arah yang benar.
Kepemimpinan adalah fenomena social yang selalu hadir dalam interaksi social, karena itu Kepemimpinan selalu kita alami dalam konteks hidup bersama. Melalui pengalaman itu, kita mengenal dan mengetahui kepemimpinan sebagai fungsi mempengaruhi orang untuk melakukan suatu hal. Efektivitas seorang pemimpin, ditentukan dan dipengaruhi oleh pemahaman si pemimpin tentang arti kepemimpinan, pilihan jenis dan gaya kepemimpinan.
  1. Allah menghendaki pemimpin memiliki integritas yakni : Ketulusan, kebenaran, kesetiaan, kemurnian hati, kesalehan, kejujuran dan tidak mencari muka.
Dalam 1 Raja-Raja 9:4-5 dikatakan ”Mengenai engkau, jika engkau hidup dihadapanKu sama seperti Daud, ayahmu dengan tulus hati dan dengan benar, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturanKu, maka Aku akan meneguhkan kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya seperti yang telah Kujanjikan kepada Daud, ayahmu, dengan berkata : Keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel”.
  1. Karena pemimpin yang memiliki integritas akan memimpin dengan penuh percaya diri. Amsal 10:9 ”Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya...” dan Amsal 28:1 ”Orang fasik lari walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman...”. Jadi integritas memberi kuasa dalam perkataan dan memberi kekuatan dalam perencanaan kerja dan pelayanan.
Pertumbuhan jemaat juga pengerja dan aktivis adalah hal yang pokok dalam strategi pelayanan misi Paulus, Anthiokia ---- Listra Di Mana Paulus Pernah Dilempari Dengan Batu Paulus Dan Silas Mereka Dua Menuju Ke Kota Jauh Dan Negera Yang Kuat Kota Troas Ketemu Dengan Seorang Dokter Lukas Menuju Ke Kota Mekadonia Melewati Laut Aegean Dalam Dua Hari Mereka Dua Tiba Di Kota Filipi seperti dijelaskannya kepada gereja-gereja lainnya. Ia memfokuskan pendalaman maupun perluasan yang dicapai melalui konsolidasi dan pengembangan. Ia ingin melihat gereja-gereja menjadi dewasa yang di dalamnya terdiri dari murid-murid yang saleh, bukan hanya statistik dari jumlah orang yang menjadi Kristen di setiap kota. Ini tetap merupakan bagian dari integritas misi kristiani masa kini, dan ini merupakan elemen penting dari pelayanan kita.
Kepemimpinan Kristen
Frank Damazio menuliskan kualifikasi karakter kepemimpinan yang didaftar dari 1 Timotius 3:1-13 dan Titus 1:5-9 di mana ada sejumlah standar kedewasaan karakter yaitu :
-       Tidak dapat dituduh (1 Timotius 3:2; Titus 1:7)
-       Suami dari satu istri (1 Ti(1 Timotius 3:2; Titus 1:7)
-       Dapat menahan diri (1 Timotius 3:2; Titus 1:8)
-       Bijaksana (1 Timotius 3:2)
-       Sopan  (1 Timotius 3:2)
Toko –Toko
1.      Musa memilih menderita sengsara bersama umat Allah daripada untuk menikmati kesenangan dosa. Sikap ini menunjukkan kejujuran Musa terhadap umat Allah yang dipercayakan kepadanya untuk dibimbing dan dipimpin. Kehidupan Musa membuktikan segi-segi yang dibutuhkan dalam kepemimpinan yang efektif. Saat Allah memanggil Musa Ia memampukan Musa untuk tugas yang diberikan. Dalam Bilangan 11-14, Keluaran 32-34
2.      Nehemia adalah pemimpin yang baik, pemimpin yang baik melakukan penelitian sendiri. Ada 3 unsur yang menjadikan segalanya tertib yaitu :
(1)   Pikirannya mengarah ke masa depan dalam doanya (2:1-10)
(2)   Melakukan dulu penyelidikan yang cermat mengenai situasi (2:11-16)
(3)   Tugasnya memberi motivasi kepada orang-orang sebelum menyerahkan pekerjaan itu (2:17-18)


Ciri Pemimpin Yang Tidak Baik
            Ciri-ciri pemimpin yang baik diantaranya adalah :
Semua keputusan yang diambil adalah demi untuk kepentingan dirinya sendiri. Pemimpinlah yang memutuskan segala-galanya tentang apa, mengapa, untuk apa, bagaimana, siapa, kapan dan dimana suatu pekerjaan dilakukan (contoh klasik dalam Alkitab adalah Raja Nebukadnezar, Daniel 2:1-13).
Ada tiga ciri integritas yang sangat penting, yaitu :[1]
a.        Ketulusan : Motivasi Yang Murni
Efesus 5 : 22-33 kasih kristus adalah hidup suami isteri
b.        Konsistensi : Menjalani Kehidupan Sebagai Suatu Keseluruan
c.         Keandalan : Mencerminkan Kesetiaan Allah
Hal-hal lainnya yang menunjukkan ciri-ciri diatas terkait dengan integritas adalah :
-       Kekudusan
-       Kesalehan
-       Kesederhanaan
-       Apa adanya
-       Tulus ikhlas
-       Tidak licik
-       Bukan Penipu
-       Spontan
-       Jujur
-       Tidak Berpura-pura
-       Transparansi
-       Keterbukaan
-       Keterusterangan
-       Ketulusan hati
-       Konsisten dalam semua situasi dan kondisi
Konsisten dalam
-       berkomunikasi
-       Konsisten dalam mengatur semua urusan
-       Setia kepada Allah
-       Akuntabilitas kepada Allah
-       Akuntabilitas kepada orang lain
-       Akuntabilitas teradap diri sendiri
-       Melayani orang lain
-       Kasih yang berkorban
-       Kepedulian seperti orang tua kepada anaknya
-       Tidak ada penipuan
-       Integritas Sebagai Cara Hidup
-       Merendahkan diri
-       Tidak meninggikan diri
-        

SAMPAIKAN OLEH EV. NATANIEL UTI,S.Th,S.Pd


Related product you might see:

Share this product :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Free Templates | Mas Template
Copyright © 2012. Solidaritas Anak Bangsa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger