Selamat Paskah Mulai Tanggal 21-27 Maret 2016



PUISI : Paskah 2016
Kematian Kristus memberi kehidupan
Pengorbanan Kristus memberi keselamatan
Kebangkitan Kristus memberi kemenangan
Kehidupan Kristus memberi pengharapan
Penyaliban bukan berarti kekalahan
Kematian bukan akhir kehidupan
Ada kehidupan setelah kematian
Ada kebangkitan bukti kemenangan

Tuhan Yesus memberkati Saudara …….

PASKAH
Mengingatkanku tentang sebuah penyaliban
Mengingatkanku tentang sebuah kematian
Mengingatkanku tentang sebuah pengorbanan
Mengingatkanku tentang sebuah pengampunan
PASKAH
Memberi pengharapan akan sebuah keselamatan
Memberi pengharapan akan sebuah kebangkitan
Memberi pengharapan akan sebuah kemenangan
Memberi pengharapan akan sebuah kekuatan
PASKAH
Membangkitkan semangat untuk hidup baru
Membangkitkan semangat untuk meninggalkan masa lalu
Membangktikan semangat untuk terus maju
Dan membangkitkan semangat untuk surga yang dituju


TUHAN YESUS dari surga turun ke dalam dunia
Agar manusia yang di dunia masuk surga
TUHAN YESUS dari kehidupan ke dalam kematian
Agar manusia dari kematian ke dalam kehidupan
TUHAN YESUS dari kebenaran menerima hukuman
Agar manusia dari hukuman menerima kebenaran
TUHAN YESUS dari pelepas menerima kutukan
Agar manusia dibebaskan dari kutukan

TUHAN YESUS tidak berdosa menanggung dosa
Agar manusia yang berdosa dapat dibenarkan
TUHAN YESUS dari suci menjadi dicela
Agar manusia yang tercela dapat disucikan
TUHAN YESUS dari kematian dapat dibangkitkan
Agar semua manusia akan dibangkitkan juga


SALIB
Berdiri di antara bumi dan langit
Membentang dalam teriakan sakit
Sebuah kepasrahan yang menjerit
Oleh kematian sebelum bangkit

SALIB
Dibangun atas dasar pengorbanan
Di kelilingi hujatan dan umpatan
Tanpa adanya sebuah pembelaan
Tidak juga sedikitpun belas kasihan

SALIB
Sebuah pengorbanan yang menyelamatkan
Memulihkan hubungan manusia dan TUHAN
Memberikan pengharapan bagi yang terabaikan
Menyediakan hidup kekal dari sebuah kematian

Pagi kelabu. Saat langkah-langkah TUHAN YESUS mulai nampak lemah lesu. Diiringi cambuk bertalu-talu. Menggores seluruh wajah dan bahu. Menyiratkan penderitaan yang penuh pilu. Dan kesakitan yang penuh sendu. Tetesan darah menjadi saksi bisu atas penganiayaan yang mengharu biru. Cercaan dan hinaan kian terdengar meyayat kalbu.
Pedih, perih, nafas seakan tertindih, rintihanpun terdengar lirih. Murid-muridpun mulai menyisih. Tak ada yang mengenal kasih.
Wajah-wajah nampak penuh kebencian, teriakan-teriakan terdengar penuh dendam. Disana-sini terdengar hujatan. Seakan-akan TUHAN YESUS layak menerima hukuman. Sebagai balasan atas perbuatan. Tak ada pertolongan. Tak ada belas kasihan. Hanya teriakan “salibkan !”
Tak ada yang mengerti. Semua mata telah memejamkan diri. Kegelapan telah menyelimuti setiap hati. Hingga murid-muridpun lebih baik melarikan diri. Dari pada mengorban diri.
Dua ribu tahun telah terlewati. Namun penyaliban TUHAN YESUS masih terus terjadi. Tak ada kasih sejati. Mereka saling mengkhianati. Saling membenci. Taka ada yang saling memberi. Menunggu janji TUHAN digenapi. Namun hidup mereka tidak tulus suci. Berbuat dosa setiap hari. Hingga kegelapanpun kian menyelimuti bumi.
Paskah adalah tanda. Agar setiap mata terbuka. Bahwa keselamatan masih tersedia. Bagi mereka yang percaya. TUHAN YESUS adalah Juru Selamat dunia.

 “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” Yohanes 14:3
Di jemput Tuhan Yesus. Sebuah berita yang sungguh menggembirakan. Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga, ternyata akan datang kembali untuk menjemput kita. Tidak ada seorangpun yang mengerti jalan ke surga. Bahkan alam kematianpun kita sama sekali belum mengerti, mau kemana, bagaimana situasi dan kondisinya. Tetapi TUHAN YESUS rela menjemput kita saat kita di panggil TUHAN.
Seorang yang masih hidup di dalam dunia tidak dapat mengerti alam kematian, demikian juga yang sudah mati tidak dapat kembali ke dalam dunia. Dua dunia yang terpisah, namun semua orang akan mengalami kedua-duanya. Kita semua sedang menuju ke alam kematian, dan tidak ada seorangpun tahu jalan kesana. Tuhan Yesus janjikan, tidak perlu kita gelisah atau takut, sebab TUHAN YESUS sendiri yang akan menjemput kita saat kita menutup mata.
Kematian bukanlah merupakan suatu yang menakutkan bagi kita. Kematian bukan suatu hal yang menyedihkan, atau akhir dari segala sesuatu. Kematian justru menjadi sebuah pengharapan bagi kita untuk bertemu dengan TUHAN YESUS. Beristirahat dari segala kelelahan hidup ini. Saat kita menutup mata, mengakhiri hidup ini, dan membuka mata kembali di alam baka, TUHAN YESUS sudah ada di samping kita, siap menjemput kita.
Jadikan kematian sebagai suatu pengharapan untuk berada dalam pelukan TUHAN YESUS. Amin.
 Liput oleh  Ev. Nataniel Uti,S.Pd

Related product you might see:

Share this product :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Free Templates | Mas Template
Copyright © 2012. Solidaritas Anak Bangsa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger