• Latest News

    Rabu, 04 Mei 2016

    Kenaikan Yesus ke Surga: "Engkau akan menjadi saksi-saksi-Ku"



    Teks  Lukas 24: 50-53
    KENAIKAN TUHAN YESUS  YANG LUAR BIASA

    50 Ketika ia memimpin mereka keluar ke sekitar Bethany, ia mengangkat tangannya dan memberkati mereka. 51 Sementara ia memberkati mereka, ia meninggalkan mereka dan dibawa ke sorga. 52 Lalu mereka menyembah Dia lalu kembali ke Yerusalem dengan sukacita. 53 Dan mereka tinggal terus di kuil, memuji Allah.

    Kenaikan Yesus ke surga adalah peristiwa yang tidak mudah untuk dipahami secara langsung oleh pola pikir masa kini. Perayaan Kenaikan Yesus ke Surga yang paling mengesankan adalah saat menghadirinya bersama  pada tahun 2o16
    Bagaimana kita dapat memahami perayaan Kenaikan Yesus ke surga ini? Dengan menggunakan bahasa dan gambaran-gambaran yang tersedia saat teks tersebut ditulis, Alkitab mengungkapkan bahwa Yesus, empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, terangkat ke surga. Para pengiring-Nya, harus merelakan-Nya pergi setelah sekian lamanya berada dalam kedekatan yang akrab dengan-Nya. Mereka mengingat kembali apa yang telah Yesus katakan kepada mereka: “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.” (Yohanes 16:7). Mengapa? Agar supaya Roh Kudus dapat datang dan kehadiran-Nya tinggal dalam diri mereka: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu” (Kisah Rasul 1:8).
    Setelah kenaikan-Nya ke surga, para murid berada dalam kekuatiran; mereka tanpa arah. Kita-pun juga pernah mengalami saat-saat di mana kita merasa diabaikan, dibiarkan sendiri dengan kekuatan kita yang terbatas, sambil menunggu “kekuatan dari atas.” Kekuatan tersebut akan mereka terima saat hari Pentakosta.
    Para murid sedikit demi sedikit memahami bahwa kenaikan Yesus ke surga beukanlah sesuatu yang terkait langsung dengan Kristus; peristiwa tersebut juga memiliki makna bagi mereka dan bagi semua orang. Dengan kembali kepada Allah, Yesus membuka jalan setapak bagi seluruh umat manusia yang sebelumnya belum pernah ada. Kenaikan Yesus menunjukkan bahwa kemanusiaan-Nya adalah abadi di dalam Allah, selanjutnya janji Allah akan keikutsertaan kita dalam kehidupan-Nya juga diperbaharui (walaupun telah terpenuhi dalam peristiwa Natal). Yesus diterima oleh Allah beserta dengan segenap keberadaan lahiriah-Nya: penjelasan Injil ini, walaupun jauh melampaui apa yang dapat kita pikirkan, bukanlah spekulasi tentang kehidupan setelah kehidupan di bumi. Peristiwa ini mengungkapkan harkat dan martabat umat manusia yang tak terbatas—tubuh, jiwa dan roh—dalam pandangan Allah. Melalui Yesus, kemanusiaan kita-pun juga disambut oleh Allah. Tubuh kita-pun akan memiliki masa depan; laksana benih yang mati dan menjadi tanaman. (lihat 1 Korintus 15:36-44)
    Saat Dia meninggalkan para murid, Yesus berkata kepada mereka: “kamu akan menjadi saksi-Ku sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8). Ini merupakan permintaan yang Dia sampaikan kepada mereka dan juga merupakan janji-Nya kepada mereka. Kasih yang telah Dia anugerahkan telah mengubah mereka, mengubah jati diri mereka yang mendasar. Umat Kristen mula-mula kemudian mengungkapkannya sebagai sebuah kelahiran baru. Mulai saat itu kehidupan mereka berubah menjadi para pembawa berita tentang kenyataan yang jauh melampaui apa yang dapat mereka jangkau, sebuah tanda kasih Allah. Sekarang sabda yang Yesus sampaikan di awal menjadi kenyataan: “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku” (Lukas 10:16)
    Saat kita merayakan Yesus yang kembali kepada Bapa, seakan-akan Dia berkata kepada kita: sekarang engkau harus menyampaikan kasih-Ku hingga ke ujung-ujung bumi; engkau akan meneruskan karya pelayanan-Ku di bumi; kekuatan dari Roh Kudus akan menguatkan kakimu dan akan memberimu keberanian yang kamu butuhkan.
    Sebagai murid Yesus, kadangkala kita harus melangkah menuju cakrawala baru, jauh maupun dekat, untuk menyampaikan pengharapan Injil. Yesus mengemban karya pelayanan-Nya dengan penuh kerendahan hati dan Dia berkata kepada pada murid-Nya: Jangan membawa apapun sertamu (Lukas 10:4); tinggalkan barang bawaanmu. Dengan kesederhanaan yang sama, kita dapat bergerak menuju sesama kita yang lain tanpa rasa takut. Maka marilah kita mengambil langkah berani untuk menjadi saksi-saksi yang memancarkan kasih Allah!
    “Engkau akan menjadi saksi-saksi-Ku": sekarang kata-kata dari kristus yang Bangkit ini bermakna pula sebuah panggilan pertobatan bagi kita. Bagaimana kita sebagai umat Kristen dapat menjadi saksi-saksi Kristus yang “menghancurkan tembok-tembok pemisah” (Efesus 2, 14) jika kita tetap terpisah-pisah antara satu dengan yang lainnya? Hanya dengan bersama-sama kita dapat menjadi para saksi yang bertanggung jawab.
    Di hari Kenaikan Yesus ke Surga kali ini, kita berdoa agar harapan yang diberitakan oleh Injil dapat disebarluaskan kepada seluruh umat manusia. Kita mengandalkan pada kehadiran Kristus yang Bangkit, yang tidak kasat mata, sebagaimana telah dijanjikan-Nya dalam kata-kata terakhir Injil Matius, “Aku besertamu selalu hingga akhir jaman” (Matius 28:20).

    MAKNA KENAIKAN YESUS KE SORGA
    Setelah Yesus disalibkan, Dia bangkit pada hari ke 3, dan 40 hari kemudian Dia naik ke sorga. Sejak Yesus lahir di palungan sampai Dia naik ke sorga, setiap hal yang dilakukan didasari faktor yang begitu konsisten. Kita tidak pernah melihat Dia lagi, namun ada 4 faktor penting yang berkaitan dengan kenaikan-Nya ke sorga

    1. Kenaikan-Nya ke sorga menyatakan Kristus adalah Anak Allah
    Yesus menggenapi misi Allah datang ke dunia ini, kemudian Dia kembali ke sorga. Ada orang bertanya: “Mengapa Yesus tidak tinggal bersama murid-murid yang dikasihi-Nya, untuk mengabarkan injil di dunia, agar banyak orang melihat dan percaya kepada-Nya? Bukankah itu merupakan hal yang sangat ajaib?" Tetapi jika Yesus tidak naik ke sorga, maka bagaimana Dia dapat membuktikan bahwa diri-Nya adalah utusan Allah. Oleh sebab itu, setelah menggenapi karya keselamatan-Nya, Dia naik ke sorga, membuktikan Dia berasal dari sorga dan kembali ke sorga.


    2. Kenaikan-Nya ke sorga menyatakan Kristus menyediakan tempat bagi kita
    Yesus sendiri berkata : "Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." (Yohanes 14:2b) Yang dimaksud dengan "pergi" adalah Dia naik ke sorga, menyediakan tempat bagi kita, Dunia ini adalah tempat yang sementara di mana kita mengembara, ketika kita beroleh anugerah keselamatan barulah kita terlepas dari belenggu kebinasaan. Kita beroleh tempat yang disediakan-Nya di sorga, oleh sebab itu Yesus naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita.


    3. Kenaikan-Nya ke sorga menyatakan Kristus mengutus Roh Kudus bagi kita
    Menjelang Yesus disalibkan, Dia menghibur murid-murid-Nya : "Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu." (Yohanes 16:7) Setelah Yesus disalibkan dan bangkit pada hari yang ke 3, dan 40 hari kemudian, Dia mengajak murid-murid-Nya naik ke bukit Zaitun, kemudian Dia naik ke sorga. Setelah Dia naik ke sorga, murid-murid-Nya merasa takut dan menutup pintu untuk berdoa, maka pada hari Pentakosta, ketika mereka berhimpun bersama, Roh Penghibur (yakni Roh Kudus) turun ke atas mereka, maka mereka beroleh hikmat dan kuasa, berbicara bahasa asing, sehingga dalam 1 hari ada 3 ribu orang bertobat. Hal ini menggenapi janji Tuhan Yesus : "Aku pergi akan mengutus Roh Penghibur" oleh sebab itu Yesus naik ke sorga untuk mengutus Roh Kudus bagi kita


    4. Kenaikan-Nya ke sorga menyatakan Kristus menjadi pengantara bagi kita di sebelah kanan Allah Bapa
    Kita adalah manusia yang memiliki dosa asal, upah dosa adalah maut. Jika demikian bukankah manusia yang berdosa tidak berpengharapan? Namun ketika kita bertobat dan mengaku dosa di hadapan Tuhan, dengan menerima darah Yesus yang tercurah, dosa kita yang lalu sudah dihapuskan, karena Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa menjadi Pengantara kita, mempersembahkan korban penebusan dosa bagi kita, sehingga dosa kita disucikan dan diampuni di hadapan Allah, dengan demikian kita bebas dari maut selamanya.
    Kristus naik ke sorga adalah menjadi pengantara bagi kita, oleh sebab itu, Yesus naik ke sorga mengan dung makna yang dalam, sehingga kelahiran, kematian, dan kenaikan-Nya adalah 3 hal yang sama penting-nya. Jika Kristus tidak lahir, maka kita tidak memiliki masa depan, jika Kristus tidak mati, maka tidak ada keselamatan bagi kita, jika Kristus tidak naik ke sorga, maka Dia tidak dapat menyatakan bahwa diri-Nya adalah Anak Allah, dan tidak dapat menyediakan tempat bagi kita, Roh Kudus tidak datang dan Dia juga tidak bisa menjadi pengantara kita.


    Ditulis Oleh   Ev. Nataniel Uti ,S.Th
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Kenaikan Yesus ke Surga: "Engkau akan menjadi saksi-saksi-Ku" Rating: 5 Reviewed By: Awi_ PAPUA
    Scroll to Top